Rabu, 16 November 2016

merakit cpu

Langkah-langkah Merakit CPU :

1. Kita menyiapkan komponen-komponen yang akan dirakit.
2. Pertama pasangkan power supply pada bagian sebelah kiri atas dan pasangkan erat dengan baut/skrup.
Gambar 1


Gambar 2


3. Kedua kita buka klip pada slot RAM. Lihat susunan slotnya, jika pemasangan tidak  sesuai dengan slotnya maka RAM tidak akan terpasang atau berfungsi.   Pegang sisi RAM dengan cermat lalu masukkan RAM dengan   posisi dan arah yang betul setelah itu tekan RAM maka klip akan tertutup dengan sendirinya.   Dan pemasangan RAM yang kedua seperti langkah awal.
Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3


4. Ketiga pasangkan processor pada Motherboard dengan meletakkan sesuai dengan lekukan pada prosessor, seletah itu tutup processor dan  kunci dengan tuas. selajutnya pemasangan heatsink, pada saat memasang pastikan heatsink tidak terbalik berikan pasta termal pada bagian atas processoor, setelah itu sejajarkan kaki-kaki heatsink pada lubang untuk memasangnya. Cara memasang heatsink dengan cara menekan 4 penguncinya. Selanjutnya  pasang memory pada slot di samping kanan heatsink,kaitkan kait pada ujung slot memory pastikan pemasangan pas ,tekan hingga bunyi "KLIK". Next pasangkan kabel heatsink pada motherboard.

 Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Gambar 5

Gambar 6

Gambar 7


5. Pasangkan Motherboard pada kerangka CPU, setelah itu pasang NIC pada Motherboard kaitkan dengan kerangka CPU menggunakan mur/baut.
 Gambar 1


6. Pasangkan Wireles NIC pada Matherboard kaitkan dengan kerangka CPU menggunakan mur/baut.
Gambar 1

7. Pasangkan Video Adapter pada Motherboard, kaitkan dengan kerangka CPU menggunakan mur/baut.
Gambar 1

8. Pasangkan Hardisk pada kerangka CPU bagian tengah, pemasangan paskan lubang pada kerangka CPU lalu pasangkan erat menggunakan mur/baut.
Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

9. Pasangkan optical Drive dari bagian depan/luar lalu kaitkan dengan mur/baut.
Gambar 1
10.Pasangkan floppy Drive dari bagian luar/depan kerangka kaitkan dengan mur/baut.
Gambar 1

11.Pasang kabel PATA pada Motherboard dengan melihat susunan slotnya.
 Gambar 1

Gambar 2

12.Pasang kabel Floppy pada Motherboard dengan melihat susunan slotnya.
 Gambar 1

Gambar 2

13.Pasang kabel SATA pada Mohterboard dengan melihat susunan slotnya.
 Gambar 1

Gambar 2

14.Tutup kerangka CPU dengan Case Panel kaitkan dengan menggunakan baut secara kencang dan pas.
Gambar 1

15.Pasang kabel Monitor pada kerangka CPU  bagian belakang/luar sesuai dengan slotnya.
Gambar 1

Gambar 2

16.Pasangkan kabel keyboard pada CPU yang berwarna ungu dibagian belakang/luar sesuai dengan slotnya.
Gambar 1

Gambar 2

17.Pasangkan kabel Mouse pada kerangka CPU yang berwarna hijau dibagian  belakang/luar sesuai dengan slot.
 Gambar 1

 Gambar 2

18.Pasangkan kabel USB sesuai slot dengan benar dan tancapkan secara kencang di bagian belakang bagian tengah.
 Gambar 1

Gambar 2

19.Lalu pasangkan ethernet dibagian bawah belakang CPU.
 Gambar 1

 Gambar 2

20.Next pasangkan wireless antenna pada bagianbawah bawah belakang CPU tepatnya dibagian ethernet.
 Gambar 1
21.Pasangkan power cord pada bagian belakang CPU diatas kabel keyboard dan mouse
 Gambar 1


 Gambar 2


Selamat mencobaa ... :) Oke,!!!

membuat flash dise

2 Cara Membuat Flashdisk Bootable Windows 7

   
6 Obrolan seru, ikutan yuk!
bootableflashdiskwindows7_0
Selain kamu bisa menggunakan media DVD untuk membuat bootable Windows 7, kamu juga bisa menggunakan flashdisk sebagai media bootable. Bootable Windows melalui flashdisk ini juga bisa menjadi opsi bagi kamu yang memiliki notebook atau netbook tanpa dilengkapi DVD-Rom. Bagi kamu yang tertarik untuk membuat media instalasi Windows 7 melalui flashdisk, berikut ini WinPoin berikan 2 cara membuat Flashdisk bootable Windows 7 yang mudah untuk dilakukan.

Persiapan

Hal yang dibutuhkan hanyalah 1 flashdisk dengan storage minimal 4GB dan ISO Image dari Windows 7. Setelah semuanya siap kamu bisa memilih salah satu dari 2 cara dibawah ini:

Dengan Menggunakan Diskpart

bootableflashdiskwindows7_1
Kamu bisa menggunakan utility bawaan Windows yaitu diskpart yang bisa dijalankan melalui Command Prompt (CMD). Untuk langkah-langkah lengkapnya bisa kamu lihat di thread Cara Membuat Installer Windows di USB Flashdisk Bootable Tanpa Menggunakan Software di Forum WinPoin.
Dan jika kamu ingin menggunakannya pada sistem UEFI, kamu bisa membaca Cara Membuat UEFI Bootable USB di Forum WinPoin.

Dengan Menggunakan Software

Ada banyak software pihak ke tiga untuk membuat bootable windows yang bisa kamu coba. Sebagai contoh disini WinPoin Menggunakan Rufus.
bootableflashdiskwindows7_2
Untuk menggunakannya pertama colok flashdisk ke PC, setelah itu jalankan Rufus nantinya flashdisk akan otomatis terdeteksi. Untuk membuat bootable pada bagian opsi “Create a bootable disk using“, pilih “ISO image” lalu pilih icon drive untuk memilih file ISO yang diinginkan.
bootableflashdiskwindows7_3
Setelah memilih maka otomatis Volume label akan berganti sesuai dengan data ISO tersebut. untuk memulai proses klik Start dan sebelum prosesnya berlangsung akan muncul notifikasi yang menyatakan bahwa seluruh data pada flashdisk akan dihapus. Tunggu prosesnya kurang lebih 5 menit, setelah selesai kamu boleh menutup rufus dan flashdisk siap dipakai sebagai media bootable.
Alternatif selain menggunakan Rufus kamu dapat menggunakan WinToFlash, Yumi, ataupun Windows 7 DVD / USB Tool.

Itulah 2 cara yang dapat kamu lakukan untuk membuat flashdisk bootable Windows 7. Caranya juga sama dengan membuat flashdisk bootable windows 8 / 8.1 (Baca : 2 Cara Membuat Bootable Windows 8 / 8.1).
Jika ada pertanyaan seputar bootable ini bisa kamu tanyakan di Forum WinPoin. Sampai jumpa di artikel WinPoin selanjutnya :D

membuat payung

Cara Membuat Payung

Hits: 6095

Payung adalah suatu benda pegang yang digunakan untuk mencegah hujan mengguyur tubuh seseorang. Juga digunakan untuk menciptakan bayang-bayang dan mencegah terpaparnya orang oleh sinar matahari. Payung yang digunakan untuk menahan cahaya matahari disebut parasol.
Pabrik payung pertama didirikan di Baltimore, Maryland, pada 1928.
Payung atau umbrella dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa latin “umbra”, yang berarti bayang-bayang. Saat ditemukan pada 4 ribu tahun lalu, awalnya payung kuno didesain khusus hanya untuk melindungi sang pemakai dari terik panas matahari. Sampai akhirnya bangsa China berhasil membuat payung yang berfungsi juga sebagai pelindung terhadap hujan. Mereka berhasil memanfaatkan lilin dan lak sebagai pelapis kertas agar payung itu antiair.
Pada abad ke-16, keberadaan payung menjadi populer terutama di negara-negara Eropa Utara yang memang kerap sekali turun hujan. Semula payung hanya dianggap sebagai aksesoris kaum wanita. Lalu seorang petualang dan penulis Persia, Jonas Hanway (1712 – 1786), dengan percaya diri sering membawa payung di depan publik, sehingga menggoda keberadaan payung untuk dipakai juga oleh pria. Begitu populernya payung sehingga para pria di Inggris menyebut payung itu sebagai “teman jalan”.
Payung-payung generasi awal di Eropa dibuat dari kayu atau tulang ikan paus dan ditutup kain kanvas yang diberi minyak. Sebagai penarik diberi sentuhan seni dengan gambar warna-warni dan gagang yang melengkung terbuat dari kayu keras, macam kayu eboni, dan sebagainya. Sampai akhirnya pada tahun 1852, Samuel Fox menemukan rangka besi guna menyangga kain payung. Sejak saat itu selanjutnya teknik desain payung lebih terfokus pada cara bagaimana menemukan teknologi menutup atau melipat payung itu agar lebih praktis saat dibawa.[Wikipedia.org]

alat indra

A. INDERA PENGLIHATAN


Mata sebagai alat indra (reseptor) yang peka terhadap rangsang cahaya, terletak di dalam rongga mata yang dilindungi oleh alat pelindung mata dan digerakan oleh otot penggerak bola mata.
  1. Pelindung bola mata, terdiri dari alis mata, rambut mata, kelopak mata, dan kelenjar air mata.
  2. Otot penggerak bola mata, teridiri atas rectus superior (menggerakan ke atas), rectus interior (menggerakan berputar-putar ke atas), dan obligus interior (menggerakan berputar ke bawah).
  3. Bagian-bagian bola mata terdiri atas :

a. Sklera (selaput luar), pada bagian depan terdapat kornea mata yang mengatur cahaya yang masuk ke dalam mata.

b. Koroid (selput hitam), lapisan yang terletak di tangah-tengah, terdapat:
- Iris atau selaput pelangi untuk memperlebar atau memperkecil lubang pupil.
- Pupil untuk mengatur banyak sedikit cahaya yang masuk ke dalam bola mata.

c. Retina (selaput jala), merupakan lapisan paling dalam, yang banyak mengandung sel saraf, terdapat bagian:
- Sel batang (rod), peka terhadap rangsangan cahaya redup (remang-remang)
- Sel kerucut (cone), peka terhadap rangsangan cahaya yang terang.
- Bintik buta (blind spot), tempat membelokan serabut saraf menuju pusat saraf
- Bintik kuning (fovea), retina yang banyak mengandung sel saraf penglihatan sebagai tempat pembentukan  bayangan
- Cairan pengisi rongga, yang terdiri atas aquueous humor (cairan yang terletak antara cornea dan lensa) dan humor (Cairan yang terletak antara lensa dna retina).

d. Lensa mata, lensa mata dapat mencembung dan memipih (daya akomodasi) dengan otot silirsis.


B. INDERA PENDENGAR

height="219" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizQojR_MZNYhsYzVKFwZutk7fFOkzXl6IzvNybm4DLwENcMcoQSd_rIaxeyuepaKt_0Fzl2Hvn9i5xXmDVKThlKEZ1CnT_o6iq0Z4zEwESo7cHjDwg0cTbtoQzAg62zKsKTYP-Vw1EOaM/s320/Indra-Pendengar-telinga.png" width="320">
 Telinga sebagai alat indera (reseptor) yang peka terhadap rangsang suara/bunyi. Terdiri atas bagian-bagian :

1. Telinga luar, terdiri atau daun telinga (pinna)

2. Telinga tengah terdiri atas:
a. Selaput gendang (membran tympani)
b. Tulang-tulang pendengaran terdiri atas tulang martil (malleus), tulang landasan (incus), dan tulang sangurdi (satpes).

3. Telinga dalam, terdiri dari :
a. Rumah siput (cochlea), di dalamnya terdapat alat pendengar (organ corti)
b. Alat keseimbangan, terdiri atas saluran setengah lingkaran (canalis semi aircularis) dan ampulia yang di   dalamnya terdapat saculus dan utriculus.

Telinga bagian tengah dan ronggi hidung (nasoparynk) di telinga dalam, dihubungkan oleh dua lubang yaitu tingkap bundar (Fenestra rotunda) dan tingkap jorong (fenestra ovalis)



C. INDERA PERABA


Kulit merupakan alat indera (reseptor) yang peka terhadap rangsang-rangsang khusus sentuhan, panas, dingin, sakit, dan tekanan seperti::

1. Reseptor meisner, reseptor yang khusus yang merespon sentuhan
2. Reseptor paccini,resept
or yang khusus merangsang yang berupa tekanan
3. Reseptor tanpa selaput, reseptor yang khusus merespon rangsang yang berupa nyeri/sakit
4. Reseptor ruuffini, reseptor yang khusus merespon rangsang yang berupa panas.
5. Reseptor krause, reseptor yang khusus merespon rangsang yang berupa dingin.


D. INDERA PEMBAU DAN PENGECAP


 
1. Indra Pembau
Hidung sebagai alat indera (reseptor) yang peka terhadap rangsang bau gas. Karena pada rongga hidung terdapat tiga lapisan yang dipisahkan oleh tulang, rongga atas berisi ujung-ujug cabang saraf dan saraf kranial, yaitu saraf alfaktori (saraf pembau).

2. Indera Pengecap
Lidah sebagai indera (reseptor) yang peka terhadap rangsang cita rasa kecap, ada empat cita rasa yang dapat dirasakan oleh lidah, yakni manis di ujung lidah, asin di tengah lidah, masam di pinggir lidah dan pahit di pangkal lidah.

memahami tentang ke benaran ilmia

Pembahasan materi Pembelajaran kali ini tentang kebenaran Ilmiah, agar dapat warga belajar dan siswa pahami sebagai bahan untuk mempersiapkan kalian memasuki jenjang pendidikan tinggi yang sebentar lagi warga belajar Paket C dan siswa SMA kelas XII siap mengikuti ujian dan sudah saatnya masuki di Perguruan tinggi. Karena itu harus memahami tentang kebenaran ilmiah itu sendiri.  Arti dan pengertian Ilmiah sendiri adalah bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.

Dalam memahami tentang kebenaran ilmiah terlebih dahulu perlu siswa dan warga belajar sadari bahwa pada dasarnya, manusia selalu ingin mencari kebenaran, Beberapa buku membahas kebenaran dengan cara yang berbeda-beda. Metode untuk memperoleh kebenaran juga berbeda-beda. Menurut Thomas Khun dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution (1970), metode yang digunakan untuk mencari kebenaran dilandasi oleh "paradigma"tertentu. Perlu anda pahami bahwa dalam hal ini paradigma merupakan cara pandang kelompok ilmuwan tertentu dalam menghadapi suatu masalah. Dengan paradigma yang sama, sekelompok ilmuwan dalam bidang kajian tertentu sepakat menerima praktik-praktik, hukum, teori, konsep-konsep, dan instrumen-instrumen yang dipilih sehingga melahirkan tradisi-tradisi penelitian tertentu untuk mencari kebenaran.

Untuk memahami lebih jauh tentang "Kebenaran Ilmiah" ini. Ada beberapa paradigma dalam mencari kebenaran yang harus kita pahami antara lain sebagai berikut :

1. Paradigma Logika
Dalam paradigma Logika, kegiatan yang dilakukan adalah analisis yang memandang bahwa kebenaran dapat ditunjukan apabila ada konsistensi dengan aksioma-aksioma serta definisi yang berlaku, yang termasuk kelompok ini adalah matematika, ilmu komputer, dan filsafat.


2. Paradigma Ilmiah
Pada Paradigma Ilmiah, kegiatan yang dilakukan ialah eksperimen. Kebenaran diperoleh setelah hipotesis diverfikasi melalui eksperimen. Contoh bidang yang memperoleh kebenaran seperti ini antara ilmu-ilmu fisika, kimia, biologi dan geologi.

3. Pradigma Naturalistik
Untuk Pradigma Naturalistik teknik yang dilakukan terutama adalah studi lapangan. Dengan pengalaman yang cukup dalam meneliti fenomena di lapangan akan diperoleh kesimpulan yang memang tidak dapat dielakan atau tidak dapat dihindari. Contoh penggunaan cara ini, misalnya sejarah, ilmu politik, dan konseling.

4. Paradigma Modus Operandi
Pandangan tentang kebenaran diperoleh dengan melaksanakan pengujian atau penelitian secara periodik sehingga didapatkan garis penyebab yang khas dari suatu peristiwa atau keadaan. Contoh bidang yang menggunakan metode seperti ini adalah diagnosis medis dan patologi forensik.

Setelah kita mempelajari esensi dari beberapa paradigma dalam mencari kebenaran, perlu kita ketahui dan pahami bahwa paradigma ilmiah dan paradigma naturalistik merupakan paradigma yang paling banyak digunakan. Paradigma ilmiah juga disebut paradigma positivistik karena dipengaruhi oleh aliran filsafat positivistik yang mula-mula berkembang di Prancis dan Jerman pada awal abad ke-19. Konsep positivistik pada dasarnya merupakan pemikiran bahwa penyelesaian masalah dalam ilmu hanya dibatasi pada aturan ilmu yang positif
saja.

Paradigma naturalistik didasari oleh pandangan bahwa penelitian akan memberi hasil yang sesuai dengan yang diharapkan oleh subjek penelitian. yaitu manusia atau masyarakat yang dapat bertingkah laku dan mengemukakan pandangan secara wajar dan alami (natural). Adapun metode yang digunakan dapat saja kuantitatif atau menggunakan statistik atau menggunakan persentase (%), dan dapat pula menggunakan kualitatif apabila hanya menggunakan data kualitatif saja. Dalam suatu penelitian dengan paradigma positivistik terutama digunakan metode kuantitatif dan apabila diperlukan dapat pula dilengkapi dengan data kualitatif. Sebaliknya, penelitian dengan paradigma naturalistik, mengutarakan metode kualitatif yang dapat didukung oleh data kuantitatif.

Perlu dipahami pula bahwa dengan adanya perkembangan sains dan teknologi, disadari bahwa teori dan hukum dan ilmu, khususnya ilmu ke alaman atau sains, bersifat tentatif. Artinya, apabila hasil-hasil penelitian yang menggunakan konsep-kosep tertentu dan didukung oleh instrumen-instrumen yang ada pada waktu itu menunjukan bahwa hasil penelitian terdahulu yang berupa hukum atau teori tidak dapat diterima lagi maka hukum atau teori tersebut akan gugur. Sebagai contoh, proses pembakaran logam yang oleh kelompok ilmuwan penganut teori flgiston dipercaya merupakan peristiwa hilangnya flogiston dari logam, setelah ditemukan timbangan atau neraca sebagai produk teknologi pada saat itu dapat dibuktikan oleh seorang ilmuwan bernama Antoine Lavoister (1743-1794) bahwa pembakaran logam sebenarnya merupakan reaksi antara logam dengan oksigen seperti yang kita terima sekarang. Paradigma yang diikuti oleh para ilmuwan sebelumnya yang menyatakan bahwa proses pembakaran adalah hilangnya flogiston itu dari benda yang dibakar menjadi sebagai berikut: Pembakaran merupakan hasil reaksi antara benda yang dapat dibakar dengan oksigen. Itulah sebabnya kita sering mengatakan bahwa produk-produk sains atau ilmu kealaman adalah tentatif, tidak kekal dan dapat digugurkan oleh teori hukum lain. Apabila dipandang bahwa paradigma yang dianut selama kurun waktu tertentu sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu yang berlaku kemudian. Paradigmanya kemudian juga berubah. Jadi pada dasarnya dalam ilmu kealaman berlaku paradigma tunggal. Artinya apabila dalam kurun waktu tertentu masih ada beberapa keyakinan untuk peristiwa yang sama pada suatu waktu akan berakhir. Kapan berakhirnya? Sampai paradigma yang baru diterima oleh semua ilmuwan karena didukung oleh verifikasi dari banyak eksperimen.

Bagaimana dengan paradigma dalam ilmu kemasyarakatan atau ilmu-ilmu sosial? Dalam ilmu sosial ada berbagai paradigma yang dianut dan diyakini oleh para ilmuwan sosial, yang berlaku pada kurun waktu yang sama. Dengan keyakinan ini ilmuwan mencari kebenaran atau mengadakan penelitian. Tentunya keyakinan ini akan dipertahankan sampai ia sendiri merasa berubah keyakinannya atau meyakini konsep atau teori lain. Oleh karena itulah dalam ilmu sosial dikenal paradigma ganda karena dalam suatu kurun waktu tertentu selalu terdapat lebih dari satu paradigma yang diyakini oleh ilmuwan-ilmuwan sosial. Kapan seorang ilmuwan atau kelompok ilmuwan mengubah paradigma. Paradigma dapat berubah setelah seseorang banyak membaca pandangan ilmuwan sosial lain atau memperoleh pengalaman pribadi, misalnya suatu penelitian sehingga terjadi rekonstruksi paradigma.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kebenaran ilmiah dapat diperoleh melalui berbagai cara yang dilandasi oleh paradigma tertentu yang diyakini oleh ilmuwan atau kelompok ilmuwan tertentu. Namun, dewasa ini beberapa pandangan timbul, khususnya dikalangan kaum yang beragama, bahwa di dunia ini tidak ada hal yang benar mutlak karena kebenaran mutlak hanya ada pada Tuhan. Untuk itu, disarankan agar istilah kebenaran diubah menjadi istilah Validitas oleh karena validitas merupakan hasil pengujian atau verifikasi manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki keterbatasan.

Demikianlah artikel ringkas tentang kebenaran ilmiah, semoga postingan ini bermanfaat bagi warga belajar dan siswa sekalian untuk menambah bahan dan materi pembelajaran dikelas. terimakasih. 

Referensi :
Katsoff, L..1998. Elements of Philosophy. Alih Bahasa oleh Soejono Soemargono. Yogyakarta. Tiara Wacana.
Power,J.E.1982.Philosophy of Education. New Jersey:Prentice Hall, Inc
Poedjiadi,A. 1987. Filsafat dan Sejarah Sains. Jakarta.PPLPTK.
Rasyidi, H.M. 1984. Persoalan-persoalan Filsafat. Jakarta. Bulan Bintang.
Santoso.S.I. 1970. Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan. Jakarta. Sinar Budaya
Sumaryono, E. 1993. Hermeuneutik Sebuah Metode Filsafat. Yogyakarta. Kanisius.
Suriasumantri, J.S. 1998. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Pupuler Jakarta. Pustaka Sinar Harapan.